Kebangkitan Nasional yang diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tanggal 20 Mei merupakan peringatan pada suatu peristiwa yang menandai kelahiran rasa kebangsaan Indonesia yang mampu mengantarkan kepada Indonesia Merdeka. 20 Mei 1908 adalah hari, dimana saat itu organisasi Boedi Oetomo (BO) didirikan oleh Mahasiswa Pribumi di pulau Jawa. Memang ketika 20 Mei 1908 BO didirikan, rasa kebangsaan itu belum mewujud dalam bentuknya seperti dewasa ini. Sebagian ahli sejarah menyebut BO pada kali pertama didirikannya memiliki identitas kebangsaan Jawa. Artinya BO hanya didirikan untuk suku Jawa dan budaya Jawa. Sehingga ada diantaranya yang tidak setuju apabila 20 Mei 1908 diperingati sebagai hari kebangkitan nasional.
Lepas dari perdebatan tersebut, kita bisa menyebutkan bahwa peristiwa 20 Mei 1908 sudah menjadi sebuah sejarah warisan yang berharga, tidak sekedar sejarah empirik semata. Sejarah Warisan adalah sebuah peristiwa yang ditulis, disebarkan untuk selalu diingat dan dijadikan sebagai sebuah kebanggan, rasa pengikat, atau lainnya. Contoh lain dari sejarah warisan itu adalah sejarah para pahlawan sebelum era modern Indonesia (sebelum tahun 1900). Sedangkan sejarah empirik, adalah sejarah yang memang ditulis sebagaimana adanya, sesuai apa yang ditemukan melalui metodologi atau penelitian sejarah sebagai sebuah ilmu.
Berikut adalah sebuah petikan perdebatan antara Sutan Takdir Alisyahbana dan Sanusi Pane dalam buku Polemik Kebudayaan yang diterbitkan Perpustakaan Perguruan Kementrian PP dan K Djakarta, 1954 (seperti yang dikutip dalam Koran Kompas edisi 20 Mei 2008)
Sanusi Pane Mengatakan ”Tuan STA menyebut bahwa dalam zaman Madjopohit, Diponegoro, Teungku Umar, belum ada ke-Indonesian. Pikiran ini kurang benarnya pada pendapatan kami. Ke-Indonesian pada waktu itu pun sudah ada, ke-Indonesian dalam adat, dalam seni. Hanya Natie Indonesia belum timbul, orang Indonesia belum sadar bahwa mereka sebangsa.
Read the rest of this entry »
MEMAKNAI KEBANGKITAN NASIONAL
20 05 2008Comments : 1 Comment »
Categories : Politik
Ada Segenggam Asa di Paris
17 05 2008Malikah adalah seorang sahabatku yang telah beberapa tahun menetap di Moskow. Seorang perawat kelahiran Grozny, Chechnya, yang memiliki tiga cahaya mata, Muhammad, Madina dan Mansur. Suaminya, Baudin Natzaev, seorang insinyur metalurgi, mantan mandor pabrik logam besar di Grozny yang sangat mahir membuat perkakas besi termasuk senjata. Sebatang pipa besi bekas dan lempeng-lempeng baja kecil plus pegas mudah saja dikemasnya menjadi sebuah ‚Kalashnikov’ yang sangat berbahaya. Namun Baudin berhati lembut dan sangat menyayangi keluarganya. Kedatangan mereka mengadu nasib di Moskow tidak lain karena tidak ada lagi kehidupan di Grozny yang telah menjadi kota mati, luluh lantak dalam perang berkepanjangan tanpa henti.
Malikah bekerja di sebuah rumah sakit di tengah kita Moskow. Pekerjaan yang mulia namun sepertinya tidak begitu dinikmatinya. Malikah merasakan bahwa dia masih dibedakan dengan orang setempat, terutama masalah gaji dan perlakuan. Dia pernah mengatakan padaku bahwa kerap kali dia keluar rumah memakai platok atau kerudung kecil ala wanita Russia. Namun masih saja dia bisa dibedakan sebagai wanita kaukasus yang sepertinya layak diasingkan.
Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Categories : islam
SEJARAH YANG TERPUTUS*
17 05 2008untuk 10 tahun reformasi dan 100 tahun kebangkitan nasional
10 Tahun Reformasi, 100 tahun Kebangkitan Nasional. Mengapa negeri ini tetap seperti ini. Menjadi ayam yang mati di lumbung padi. Dan menjadi budak di tanah sendiri. Ada yang salah di negeri ini. Korupsi, Mafia peradilan, dan Ketidakberpihakan negara terhadap masyarakatnya. Tapi tidak sekedar itu. Tulisan ini mencoba menjawab secara lebih mengakar. Masalah itu disebut dengan “SEJARAH YANG TERPUTUS”.
Kurang lebih 61 tahun Negara ini sudah merdeka , namun nampaknya selama itu pula Indonesia belum memperlihatkan dirinya seperti apa yang dicita-citakan oleh para pendirinya? Bila bertanya kapan Indonesia mengalami masa keemasan selama 61 tahun ini? Pasti tidak semua sepakat bila itu terjadi saat pemerintahan Orde Lama. Karena meski Indonesia muncul dikancah internasional dengan KAA, GANEFO dan proyek mercusuar lainnya. Tapi selama itu pula Indonesia dililit oleh inflasi hingga mencapai 650% dan otomatis membuat harga barang-barang semakin naik dan akhirnya hanya membuat masyarakat sengsara.
Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Categories : Politik
Recent Comments